Selasa, 06 Desember 2011

Analisis Cerpen dengan Pendekatan Mimesis

APRESIASI CERPEN JANGAN MAIN - MAIN (DENGAN KELAMINMU) DENGAN PENDEKATAN MIMESIS

Cerpen Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Maesa Ayu merupakan cerpen yang berani mengungkapkan masalah kehidupan yang diselimuti oleh perselingkuhan. Bentuk-bentuk bahasa yang khas terlihat dalam pengungkapan dialog, monolog dan narasi yang menggunakan kata-kata, istilah, dan ungkapan. Pendekatan yang digunakan dalam cerpen ini adalah pendekatan mimesis yang merefleksikan karya sastra sebagai cerminan masyarakat pada saat karya tersebut di tulis. Teori mimesis berpandangan bahwa sastra sebagai cerminan masyarakat, artinya berbagai fenomena yang ada didalam karya sastra merupakan tiruan atau refleksi dari apa yang telah ada di dalam masyarakat.
Dalam Cerpen Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar mengungkapkan tentang perilaku perselingkuhan karena adanya pengaruh dan respon seorang suami terhadap situasi yang berkaitan dengan pengalaman, motivasi, emosi, dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu. Seperti yang terdapat dalam kutipan cerpen berikut: “Tapi jika dikatakan hubungan kami main-main, apalagi hanya sebatas hasrat seksual, dengan tegas saya akan menolak. Saya sangat tahu aturan main. Bagi pria semapan saya, hanya dibutuhkan beberapa jam untuk main-main, mulai main mata hingga main kelamin” (paragraf 2).

Dalam kutipan tersebut mengungkapkan bahwa seorang suami mencari kesenangan dengan melakukan perselingkuhan dengan wanita simpanan. Secara nyata kasus tersebut juga pernah terjadi di kehidupan, misalnya saja salah seorang anggota DPR RI yang pernah menghebohkan media masa karena terbukti berselingkuh dengan seorang penyanyi dangdut bernama Maria Eva yang juga merupakan rekan seprofesinya di partai politik. Dia seorang pria mapan yang melakukan perselingkuhan dengan wanita simpanannya karena pengaruh motivasi untuk memenuhi kebutuhan tertentu yang tidak didapat dari seorang istri. Walaupun wanita simpanan tersebut tahu bahwa laki-laki mapan tersebut hanya menjadikannya sebagai wanita simpanan tetapi ia tetap melakukan perselingkuhan.
Cerpen ini juga mengekspresikan tentang seorang suami yang mencari kesenangan yang dilatarbelakangi ketidakpuasan dalam hubungan suami istri karena dipicu oleh perubahan bentuk fisik dari seorang istri. Seperti yang terungkap dalam kutipan cerpen berikut.
“Awalnya memang urusan kelamin. Pada suatu hari, ia terbangun dan terperanjat di sisi senggok daging, sebongkol lemak, gulungan kerut-merut hingga suara kaleng rombeng. Saya sudah terbiasa mendengar keluhan suami-suami tentang istri-istri mereka. Saya juga tahu, mereka senang, sayang sampai cinta pada saya, awal mulanya pasti urusan fisik, urusan mata, urusan syahwat” (Paragraf 5).

Dalam kutipan tersebut selain kasus diatas, secara nyata juga terjadi dalam kehidupan kalangan selebriti, misalnya saja Raul Lemos yang berselingkuh dengan Krisdayanti seorang artis dengan fisik yang cantik. Dia melakukan perselingkuhan yang awalnya hanya dipicu karena seorang suami yang merasa bahwa istrinya tidak secantik seorang artis. Namun, tidak hanya urusan fisik yang melatarbelakangi perselingkuhan tetapi juga karena adanya dorongan motivasi terhadap suatu kebutuhan tertentu akan cinta.
Beberapa kutipan diatas menunjukkan bahwa Cerpen Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) menyoroti masalah perselingkuhan, dan pengaruh seorang suami berselingkuh terhadap situasi yang berkaitan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu. Cerpen tersebut juga menggambarkan konflik-konflik seksualitas pada tokoh-tokohnya menggunakan pengungkapan dialog, monolog dan narasi dengan gaya dan bahasa yang khas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar